Book Kavling di Taman Cemara

Niat saya untuk memiliki rumah sendiri sudah bulat. Dukungan dari calon sisihan dan orang tua juga sudah mantap. Mulailah saya menjalankan program untuk mewujudkan niat tersebut. Pertama kali yang saya lakukan adalah mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan rumah. Mulai dari mengumpulkan dan membanding-bandingkan brosur penawaran perumahan, tanya-tanya harga tanah, dan browsing di internet untuk mengumpulkan informasi-informasi yang terkait. Pada tahap ini saya belum dapat memutuskan antara membeli tanah dan membangun rumah sendiri dengan membeli kavling di perumahan.

 

 

 

Setelah melalui berbagai pertimbangan, konsultasi dengan ortu, minta saran teman, akhirnya saya memutuskan untuk membeli kavling di perumahan. Dana hasil tabungan selama 4 tahun bekerja ditambah suntikan dana dari IMF (ortu) rasanya hanya cukup untuk membeli rumah tipe 45. Menurut saya, cukuplah rumah tipe 45 bagi calon keluarga baru. Maka kegiatan pencarian sekarang dipersempit pada proyek perumahan yang menyediakan kavling tipe 45.

Menurut pengamatan saya, tipe 45 ini ternyata memang paling laku di daerah saya untuk saat ini. Pada beberapa pengembang proyek perumahan yang saya hubungi, tipe 45 banyak yang telah di-book, bahkan beberapa di antaranya telah habis. Ternyata mencari kavling tipe 45 dengan model yang cocok tidaklah mudah. Hingga akhirnya ada suatu alternatif.

Model rumah yang sreg buat saya ada di Perumahan Taman Cemara, Kepil Baru dengan pengembang PT Wahana Bumi Lestari. Namun sayang, di sini tinggal kavling tipe 36 dengan luas tanah 91 m2. Aduh, pusing juga ya. Dari pengembang tersebut saya ditawari model yang sama kavling tipe 45 (Graha Kencana) dengan lokasi di Ketandan. Saya langsung survey ke lokasi. Hasilnya, saya tidak tertarik karena ternyata lokasi jauh banget dengan tempat kerja saya dan harus melewati 3 traffic light yang cukup sibuk. Satu lagi, ada SUTET beberapa puluh meter di dekatnya. Cukup sudah. Sebenarnya ada juga model lain yang tak kalah bagus dari pengembang yang berbeda. Namun, harganya menurut saya terlalu mahal.

Setelah rembugan sana sini, akhirnya saya putuskan untuk mengambil kavling di Perumahan Taman Cemara saja. Kavling yang tersisa tinggal satu, yang luas tanahnya 91 m2 tersebut. Di kavling yang sejatinya untuk bangunan tipe 36 itu saya minta dibuatkan rumah tipe 45. Melalui beberapa kali konsultasi akhirnya saya menyetujui ukuran dan denah modifikasi yang dibuat oleh Mas Bachtiar. Dari modifikasi itu, luas bangunan menjadi 49,xxx m2. Hari kemarin saya sudah membayar booking fee, beberapa hari besok tinggal melunasinya melalui beberapa termin pembayaran. Saya adalah last buyer di perumahan Taman Cemara. Rencananya rumah baru saya nanti akan selesai dalam 4 bulan.

Mulai nabung lagi nih. Sementara nanti rumah belum ada perabotannya, yang pokok-pokok saja dulu. He-he, ada yang protes nih.

2 Responses to “Book Kavling di Taman Cemara”

  1. Edy Zaqeus Says:

    Wah… semoga cepat ketangkap ya rumahnya. saya juga punya pengalaman unik saat berburu rumah tahun lalu. sampai2 pengalaman itu mau saya tuliskan menjadi buku.
    salam
    ez

  2. dee Says:

    Terima kasih Mas Edi telah mampir di blog saya. Ya Mas, dibuat buku saja. Saya tunggu terbitnya.


Leave a Reply