Hidup dimulai di usia 30-an.
Hmm, rasanya saya setuju dengan ungkapan ini. Kenyataannya memang pada usia ini sudah jamak bagi seorang pria untuk ‘eksis’ dalam tanggung jawabnya sebagai pria. Eksis di sini adalah telah memiliki penghasilan tetap, menabung, menikah, memiliki rumah, dan memiliki tanggung jawab penuh terhadap keluarga. Berat juga ya? Mudah-mudahan tidak. Semua itu berjalan secara alami, setidaknya menurut pendapat saya.
Saya mendapati momentum untuk ‘eksis’ ini pada usia 32 tahun (he-he, ini angka unik bagi anda yang mengetahuinya: 32 adalah bagian kecil jika 68 adalah bagian besarnya ;p ). Agak terlambat memang. Di saat teman-teman sebaya umumnya sudah momong 1 – 2 anak, saya baru akan membina keluarga. Ada yang bilang mungkin saya terlalu santai, kurang ‘kendel’ (berani untuk menikah, red), hanya mengurus diri sendiri (egois mungkin??), dan sebagainya. Orang lain boleh saja berpendapat, namun setiap orang kan punya jalan hidupnya sendiri dengan alasannya. Oke, cukup. Lalu, ke mana saja saya sebelumnya? Maaf, saya tidak akan membahasnya di sini.
Semua ada ’saatnya’ (orang Jawa bilang, sangat). Kita mungkin berencana dan berusaha, namun bisa saja apa yang kita rencanakan harus dialihkan ke plan b, plan c, atau malah mentok di jalan buntu jika belum sangat-nya. Setiap apa yang kita capai dan kita alami menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup. Walaupun hidup dijalani dengan ‘mengalir saja’ pasti ada saatnya juga. Tidak ada menunggu, yang ada adalah menjalani. Ketika tiba saatnya, apapun itu, kita harus siap menjelang dan menjalaninya.
Momentum hanyalah momentum, yang merupakan bagian-bagian kecil dari sebuah perjalanan panjang. Momentum 30+? Live is just begin…


November 9, 2007 at 12:33 pm
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.